Pulsa Murah

Bisnis Online

Monday, June 27, 2011

Biografi Habib Munzir Al-Musawwa




Al-Habib Munzir bin Fuad Al-Musawwa, dilahirkan di Cipanas Cianjur Jawa Barat, pada hari Jum'at 19 Muharram 1392 H, bertepatan 23 Februari 1972 M. 
Ayahnya bernama Fuad Abdurrahman Al-Musawwa, kelahiran Palembang, Sumatera Selatan, dibesarkan di Mekkah Al-Mukarramah dan mendapat gelar sarjana di Newyork University, di bidang jurnalistik. Setelah kembali ke Indonesia bekerja di harian Berita Yudha sebagai wartawan luar negeri. begitu pula ketika bekerja di harian Berita Buana, juga ditugasi sebagai wartawan luar negeri selama kurang lebih empat puluh tahun, pada tahun 1996 beliau wafat dan dimakamkan di Cipanas Cianjur Jawa Barat.
Setelah Habib Munzir menyelesaikan Sekolah Menengah Atas (SMA), beliau mulai mendalami 'Ilmu Syari'ah Islam di Ma'had Assaqafah Al-Habib 'Abdurrahman Assegaf di Bukit Duri Jakarta Selatan. Lalu mengambil kursus Bahasa 'Arab di LPBA Assalafy Jakarta Timur dan memperdalam lagi 'Ilmu Syari'ah Islamiyah di Ma'had Al-Khairat, Bekasi Timur. Kemudian Habib Munzir melanjutkan belajarnya ke Ma'had Darul Musthofa, Tarim, Hadhromaut, Yaman selama empat tahun, untuk lebih mendalami 'Ilmu Syari'ah. Di sana beliau mendalami 'Ilmu Fiqh, berupa hukum 'ibadah, hukum shalat, hukum zakat, hukum puasa, hukum haji, hukum waris, hukum dagang, hukum nikah, hukum pidana, ilmu tafsir al-Qur;an, ilmu hadits, Musthalah hadits, Ilmu Nahwu, Ilmu sejarah, ilmu Balaghah, Ilmu tauhid, ilmu tasawuf, fiqhuddakwah dan ilmu-ilmu syari'ah lainnya.
Al-Habib Munzir kembali ke Indonesia pada tahun 1998 dan mulai berdakwah dengan membuka majelis ta'lim di perumahan. Jumlah hadirin sekitar enam orang. Beliau terus berdakwah dengan menyebarkan kelembutan Allah swt, yang membuat hati pendengar sejuk. Dalam ceramah-ceramahnya Habib Munzir tidak pernah mencampurkan urusan politik, urusan pemerintahan, tetapi selalu mengajarkan tujuan utama penciptaan yaitu untuk beribadah kepada Allah swt. dengan demikian manusia dengan latar belakang apapun dapat lebih dekat kepada Allah sehingga akan terjaga semua tingkah lakunya dan selalu dalam kebaikan. Inilah dakwah Nabi Muhammad saw yang hakiki, masing-masing dengan kesibukannya tapi hati mereka bergabung dengan satu kemuliaan, inilah tujuan Nabi saw diutus yaitu untuk membawa rahmat bagi sekalian alam.
Kini majelis ta'lim yang dulunya hanya dihadiri enam orang sudah berubah menjadi majelis yang besar dengan jumlah jama'ah lebih dari 30.000 orang pria dan wanita setiap kali majelisnya. Beliau sudah membuka lebih dari 900 cabang mejelis ta'lim di seputar Jakarta, Bekasi, Depok dan Tanggerang juga hampir seluruh wilayah kota besar di Pulau Jawa, Bali, Banjarmasin, Makasar, Irian Barat, Singapura, dan Kuala Lumpur. Penulis juga membuka tanya jawab di website www.majelisrasulullah.org dan ceramah-ceramah beliau juga bisa disaksikan di mutimedia website tersebut.
Habib Munzir al-Musawwa menamakan gerakan dakwah beliau dengan nama Majelis Rasulullah saw, karena memang majelis ini murni membahas tentang bimbingan sang Nabi, Al-Qur;an dan Sunnah. Serta mengarahkan hadirin untuk beridolakan Rasulullah saw tanpa mencampurkannya dengan urusan lain.
Selain berdakwah Habib Munzir juga mengarang beberapa buah buku di antaranya adalah Buku Kenalilah Aqidahmu 2. Semua keberhasilan ini disebabkan beliau hanya menjadi penyambung lidah Nabi Muhammad saw yang menjadi rahmat untuk sekalian alam dan menghindari mencampuri urusan politik, sehingga semua orang dapat menerima dakwahnya.

No comments:

Post a Comment