Pulsa Murah

Bisnis Online

Friday, June 24, 2011

SIMTHUD DURAR


Melihat sampul kitab dan membaca judulnya pasti kita mengenal kalimat SIMTHUD DURAR atau yang lebih dikenal dengan maulid habsyi. Simthud Durar ditulis oleh Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi ketika ia berusia 68 tahun.
Pada hari Kamis tanggal 26 Shafar 1327 H/18 Maret 1909, Habib Ali mendiktekan paragraf awal Maulid Simthud Durar setelah memulainya dengan basmalah, yakni mulai dari al-hamdu lillahil qawiyyi sulthanuh dan seterusnya hingga wa huwa min fawqi ilmi ma qad ra-athu rif‘atan fi syu-unihi wa kamala. Ia kemudian memerintahkan agar tulisan itudibacakan kepadanya. Setelah pendahuluan itu dibacakan, ia berkata, “Insya Allah aku akan menyempurnakannya. Sudah sejak lama aku berkeinginan untuk menyusun kisah Maulid.” Pada hari Selasa awal Rabi’ul Awwal 1327 H/23 Maret 1909 M, ia memenrintahkan agar Maulid yang telah ia tulis dibaca. Kemudian pada malam Rabu 9 Rabi’ul Awwal 1327 H/31 Maret 1909 M, ia mulai membaca Maulidnya di rumahnya setelah Maulid itu disempurnakan. Dalam kesempatan itu ia mengatakan, “Maulid ini sangat menyentuh hati, dan ia baru selesai disusun.” Pada hari Kamis 10 Rabi’ul Awwal 1327 H/1 April 1909 M, ia menyempurnakannya lagi. Dua hari kemudian, Sabtu 12 Rabi’ul Awwal, ia membaca Maulid tersebut di rumah muridnya, Sayyid Umar bin Hamid Assegaf. Sejak saat itu, ia membaca Maulidnya sendiri, Simthud Durar. Sebelumnya ia membaca Maulid Ad-Diba‘iy. Disebutkan pula, Maulid Simthud Durar pertama kali dibaca di rumah Habib Ali, kemudian di rumah muridnya, Habib Umar bin Hamid. Para sahabatnya kemudian meminta agar Habib Ali membaca Maulid itu di rumah-rumah mereka. Memenuhi permintaan mereka, ia pun mengatakan, “Selama bulan ini, setiap hari aku akan membaca Maulid Simthud Durar di rumah kalian secara bergantian.” Habib Ali juga mengatakan, “Dakwahku akan tersebar ke seluruh penjuru. Maulidku ini akan tersebar ke tengah-tengah masyarakat, akan mengumpulkan mereka kepada Allah dan akan membuat mereka dicintai Nabi SAW.” Ia juga mengatakan, “Jika seseorang menjadikan kitab Maulidku ini sebagai wiridnya atau menghafalnya, sir (rahasia) Al-Habib Shallallahu `Alaihi wa Sallam akan tampak pada dirinya. Aku yang mengarangnya dan mendiktekannya. Namun, setiap kali kitab itu dibacakan kepadaku, dibukakan bagiku pintu untuk berhubungan dengan Nabi SAW. Pujianku kepada Nabi SAW dapat diterima oleh masyarakat. Ini karena besarnya cintaku kepada Nabi SAW.” Ketermasyhuran kitab Maulid Simthud Durar juga membuat penyusunnya semakin terkenal. Orang semakin tahu dan semakin ingin tahu lagi ihwal kehidupan dan kelebihannya sebagai salah seorang tokoh ulama Alawiyyin terkemuka abad ke-19 Masehi (abad ke-13 Hijriyyah) di Hadhramaut.

Baiklah saya rasa sudah cukup untuk sejarah pengarang kitab tersebut. Kali ini saya ingin berbagi PDF SIMTHUD DURAR namun yang terjemahannya. Karena yang kitab asli atau berbahasa 'arabnya banyak beredar.


Bagi yang berminat mendownload PDF SIMTHUD DURAR terjemahan ini, silahkan KLIK DISINI . Bagi yang belum tahu cara download silahkan baca petunjuk CARA DOWNLOAD di samping kiri postingan ini.

No comments:

Post a Comment